Resep Anti Gangguan


HUJAN datang tiba-tiba, ketika kami sudah siap-siap menyalakan sepeda motor untuk kembali ke kontrakan setelah seharian menghabiskan waktu di tempat kerja. Ketika itu waktu menunjukan pukul. 21.00 WIB. Akhirnya saya & dua teman satu kontrakan + satu tetangga kontrakan memutuskan untuk balik ke kontrakan naik mobil teman kontrakan saya.
Kami berjalan dengan mobil melewati rintisan berkah-Nya diselimuti hawa yang entah mengapa terasa lebih dingin dari biasanya. Tas ransel saya sengaja taruh di depan perut, supaya sedikit menimbulkan kehangatan dengan pelukan mesra sang tas. Hmm, daripada meluk yg lain-lain.

Ditengah perjalanan kami berhenti di depan tukang jus, sebrang counter handphone sekaligus agen pulsa internet, dan sebelahnya ada pedagang ikan bakar, ayam bakar, bahkan entog bakar. Kami berempat akhirnya turun dari mobil & mampir ke tempat-tempat tersebut sambil berjibaku di keramaian hujan. Saya & Tomi membeli jus, sedangkan dua yg lain membeli entog bakar & nasi untuk dimakan di kontrakan.

Hujan tetap konstan mengguyur dengan hawa dingin semilir. Namun ditengah hujan tersebut, sedikit terjadi kehangatan suasana. Hal itu terjadi ketika ada dua orang perempuan yang berpakaian cukup minim melewati kami hendak membeli ikan bakar yang persis disebelah tempat jus yang sedang saya & teman saya pesan.

Beberapa pemuda yang kebetulan sedang berada di sekitar sana serentak terlihat kegirangan, sedikit menggoda dua perempuan tersebut. Tak ketinggalan pedagang jus juga ikut mengomentari dengan sedikit menggoda. Saya pun terheran, apakah kulit wanita lebih tebal atau pori-porin wanita dapat mengeluarkan hormon-hormon yang dapat membuat rasa hangat ketika cuaca sedang dingin. Dikala saya dengan memakai jaket jeans serta memeluk tas yang saya simpan di tas, dua perempuan ini seolah tidak merasakan dingin yang sedang menyelimuti. Pikiran liar itu pun serentak terhenti dengan suguhan jus yang sudah selesai & siap diambil.

Setelah semua selesai, kami berempat kembali masuk mobil & jalan kembali menuju kontrakan. Sepintas terpikir kembali kejadian dua perempuan tersebut. Teringat buku "Seruan & Larangan Allah SWT di Dalam Al Qur'an" karya Moh. Syakur Dewa. Seruan nomor 31 dalam buku tersebut adalah "Seruan untuk Memakai Jilbab". Q.S Al-Ahzab (33):59 yang artinya: "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya** ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Jilbabnya** : Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

Sebab-sebab turunnya ayat diatas:
Bahwa dalam satu riwayat dikemukakan bahwa setelah turun ayat hijab, Siti Saudah (istri Rasulullah Saw) keluar rumah untuk sesuatu keperluan. Ia seorang wanita yang badannya tinggi besar sehingga mudah dikenal orang. Pada waktu itu Umar melihatnya seraya berkata: "Hai Saudah!! Demi Allah bagaimanapun kami dapat mengenalimu, karenanya cobalah fikir, mengapa engkau keluar?" Dengan tergesa-tergesa Saudah pun pulang, sementara itu Rasulullah berada di rumah Aisyah sedang memegang tulang (saat beliau makan). Ketika masuk Saudah berkata "Ya Rasulullah, aku keluar dengan suatu keperluan & Umar menegurku (karena ia masih mengenaliku)". Karena itulah turun ayat ini kepada Rasulullah Saw pada saat tulang itu masih di tangan beliau. Maka bersabdalah Rasulullah Saw: "sesungguhnya Allah telah mengizinkan engkau keluar rumah untuk suatu keperluan". (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari yg bersumber dr Aisyah).

Subhanallah, Allah SWT telah menyeru perempuan untuk memakai jilbab dengan segudang manfaat pastinya. Salah satunya dalam kondisi tersebut sebagai "Resep Anti Gangguan" untuk perempuan. Islam benar-benar memuliakan perempuan.

Maafkan kami para laki-laki ini yang penuh dengan segudang khilaf & salah. Pastinya pria yang baik akan selalu memuliakan perempuan. Semoga selalu istiqomah..
***
Bekasi, 10 Juli 2017
Garnis

Komentar