By the Time I was 23 Years Old, I had ...

Dua ribu tujuh belas sudah berada di jam-jam terakhir di penghujung tahun ini. Sudah tentu banyak momen yang telah dijalani sesuai skenario-Nya. Suka, duka, senyum, bahkan mungkin kecewa sudah tentu akan terasa dalam setiap perjalanannya.

Di tahun ini pun tak terasa perjalanan saya di dunia ini sudah menginjak tahun ke 23. Perjalanan yang bisa dibilang cukup lama, namun setelah membaca sebuah tulisan yang dibagi oleh atasan saya dan dikirim dalam grup whatsapp kantor tempat saya bekerja, ternyata perjalanan hidup kita di dunia ini hakikatnya sangat singkat.

Saya coba kutip cerita yang ada dalam tulisan tersebut, tidak ada identitas yang tertinggal dalam tulisan tersebut, namun siapa pun yang menulisnya semoga selalu mendapat kesehatan dan keberkahan serta saya ucapkan banyak terima kasih atas inspirasinya.

-- Seorang wanita muda tengah duduk santai di dalam bis yang melaju ke tengah kota. Di satu pemberhetian bis, seorang wanita tua yang cerewet dan berisik naik ke dalam bis dan duduk di samping wanita muda tadi. Tas-tas bawaannya yang berat dia tumpuk begitu saja di atas kursi, membuat wanita muda itu harus menggeser duduknya sambil setengah terjepit di antara tas-tas berat dan jendela bis.

Seorang pemuda yang duduk di bangku sebelah melihat kejadian itu dengan kesal dan bertanya kepada wanita muda itu, "Kenapa kamu tidak bicara saja, katakan pada wanita tua itu bahwa kamu jadi terganggu.."

Wanita muda itu menjawab sambil tersenyum:
"Aku rasa tidak perlu bersikap kasar dan beradu argumentasi untuk sesuatu yang sepele seperti ini. Perjalanan bersama kita ini terlalu singkat. Saya juga akan turun di perhentian bis berikutnya di depan nanti" ---


Saya satu suara dengan wanita muda tersebut. Perjalanan hidup kita di dunia ini sangat singkat, jika setiap orang menyadari hal ini, pastinya setiap orang akan berpikir kembali untuk memanfaatkan waktu yang diberi Allah untuk di dunia ini dengan sebaik-baiknya, melakukan hal terbaik dan tidak membuang tenaga terhadap hal negatif dari sudut pandang agama, norma, serta budaya masyarakat.

Dalam agama yang saya anut yaitu Islam, telah dituangkan dalam firman-Nya mengenai waktu.

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran" (QS. Al'Ashr : 1-3)

Hidup ini memang singkat, dan sampai saya menginjak usia ke 23 ini, saya ucapkan banyak terima kasih kepada orang tua, keluarga, teman-teman, dan lingkungan sekitar yang telah menemani dan selalu mendukung juga mengingatkan saya dalam menjalani perjalanan ini.

Terima kasih, semoga lebih baik setiap harinya. Dan, By the Time I was 23 Years Old, I had ...

- saya & kakak di tahun 1994 -

- kira-kira foto di tahun 1994 juga -

- saya digendong ibu serta ditatap dua kakak saya (masih th 1994an) -

- like father like son! (1995an)

- beranjak unyu2 (2000an) -

- bobotoh SDN Bojong IV (2001-2007) -

- Shadow of Dying (VII, VIII, IX H), Spensa Cianjur (2007 - 2010) -

- Pacman (X-2), Smanda Cianjur (2010-2011) -



- Geometri (XI, XII IPA 3), Smanda Cianjur (2011-2013) -

- Kelas A BDK Cimahi, Prodip I Bea Cukai angkatan XIX, (2013-2014) -
- Santri & Santriwati Ar Ridwan, Gadobangkong (2013-2014) -


- Paguyuban Mahasiswa STAN Cianjur (PMSC) -

- PKC BC Bekasi squad -

 - Kempo Kab. Bekasi -


 - IEC Ten Tambun -

 - Kemana Aja Asik -

 - A&R students, (2008-2009) -

 - Trio Bojong, tetangga masa dulu dan kini -

- Wara wiri IEC Ten member -

- Sebelasbulansabit, partner kini dan nanti. Nadia Yunisa S. -

"Sehat selalu buat semua, semoga lebih baik selalu"
- salam -

***
Cianjur, 31 Desember 2017

Grns

Komentar

Posting Komentar