Nomina yang Merubah Pepatah "Rumput Tetangga Selalu Lebih Hijau"

Pepatah "rumput tetangga selalu lebih hijau" menurut saya akan berubah menjadi "rumput tetangga TIDAK selalu lebih hijau" dengan satu nomina dan turunannya. Nomina tersebut ialah "SYUKUR".

Berdasarkan KBBI, syu.kur (n) memiliki makna rasa terima kasih kepada Allah. Kata turunan dari nomina tersebut ialah bersyukur, mensyukuri, dan syukuran.

Saya mengangkat nomina tersebut setelah mendapat inspirasi dari percakapan dengan salah satu teman SMA yang menurut saya selalu energik dan ceria setiap harinya. Maklum, ia aktif di organisasi intra sekolah dan mendapat posisi yang cukup strategis selama periode kepengurusannya.

Saat ini ia bekerja di salah satu lembaga pemerintah non kementerian di Jakarta. Dalam percakapan tersebut ia bercerita bahwa di tempat kerjanya banyak yang berasal dari lulusan yang satu almamater dengan saya. Kebetulan saya berasal dari salah satu perguran tinggi kedinasan, dimana setelah lulus pendidikan langsung ditempatkan di kementerian atau lembaga pemerintah non kementerian bahkan pemerintah daerah. Yang sedikit membuat hati saya bergetar ketika teman saya menyampaikan pernyataan dari rekan kerjanya yang satu almamater dengan saya bahwa lulusan yang ditempatkan di lembaga pemerintah tempat teman saya bekerja tersebut adalah penempatan yang kurang diharapkan atau kurang difavoritkan dari penempatan di kementerian atau unit eselon I kementerian lainnya.

Dalam hati ingin sekali bertemu dengan orang yang notabene adik kelas yang memberi pernyataan seperti itu. Betapa kurang bersyukurnya beliau yang menyatakan itu. Setelah mereka lulus SMA, berjuang untuk lulus di perguruan tinggi kedinasan, dimana selain perjuangannya terselip pengorbanan orang tua terutama ayah yang selalu menemani bahkan mengikuti jalannya seleksi dari awal sampai wisuda, juga ibu yang dalam lirihnya berdo'a sepanjang waktu, diwaktu malam yang mustajab untuk terkabulnya do'a, menginginkan segala hal yang terbaik untuk anaknya.

Banyak orang yang sangat menginginkan posisi dimana mereka berkerja saat ini. Mereka yang mendapat posisi tersebut yang menyayangkan atau mengeluhkan menurut saya adalah hal yang kurang pantas. Mereka yang belum beruntung seperti mereka pasti tersayat hatinya mendengar pernyataan itu.

Tak bisa dipungkiri, teman-teman saya sewaktu kuliah pun banyak yang berkata demikian, mengeluhkan apa yang ia dapat saat ini. Padahal dalam hati saya, sangat bersyukur bisa kuliah gratis, setelah lulus langsung ditempatkan menjadi salah satu abdi negara yang pastinya memberi kebanggaan dan ketenangan bagi setiap orang tua.

Yuk kita sama-sama belajar selalu mensyukuri apa yang didapat. Kurang bersyukur bisa jadi karena mereka yang belum mendapat rasa bahagia. Padahal untuk bahagia cukup dengan bersyukur serta menjalani setiap waktu dengan berbuat lebih baik.

"Kebahagiaan yang paling bahagia ialah panjang umur dalam ketaatan kepada Allah", (HR. Ad-Dailami).

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?", (QS. Ar-Rahman : 13)

Rian d'Masiv pun berkata bahwa syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik.

Bismillah

***

Cianjur, 30 Desember 2017

Grns

Komentar